PERJALANAN SEPIRITUAL
Sebagai tim yang selama beberapa bulan melakukan perjalanan sepiritual dengan berkunjung dan menziarahi situs-situs sejarah atau makam keramat nenek moyang terutama yang berhubungan dengan sejarah Sunda, maka kami sangat memahami betapa pentingnya pelestarian peninggalan nenek moyang (karuhun dalam bahasa Sunda). Sekalipun banyak yang berkata sinis dan mencibir serta berpandangan miring”
Musrik,bid’ah,dan lain sebagainya,banyak pula yang menganggap kami mencari pesugihan dan perbuatan menyalahi akidah sebagai orang muslim.
Itulah kalimat dan tuduhan yang dilontarkan kepada kami. Tetapi semuanya kami anggap angin lalu karena kami yakin mereka seperti itu karna ketidak tauan dan tidak mengerti apa yang sesungguhnya kami lakukan dengan sering berkunjung dan berziarah ke tempat-tempat tersebut.Padahal sebagaimana anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya untuk melakukan ziarah kubur dan mendoakan para orang tua kita yang telah meninggal dunia,atas dasar itulah kami sering melakukan perjalanan ziarah ke tempat tempat dan makom para leluhur dan aulia.
Di samping itu kami melakukan penelusuran sejarah bagaimana dahulu leluhur kita dalam perjalanan hidupnya di tanah nusantara ini ? hingga meninggalkan warisan budaya adat dan keyakinan terhadap sang Pencipta alam semesta yang penuh dengan keunikan, banyak karya seni budaya serta adat istiadat pendahulu kita yang mengajarkan dan membimbing kepada kearifan budi pekerti yang kini sudah banyak terlupakan,bagaimana leluhur kita dalam mendekatkan diri kepada penciptanya hingga membentuk sebuah jatidiri yang bijak dan lemah lembut,yang kemudian membentuk jatidiri bangsa sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan yang beradab serta bermartabat,dari itulah kami berusaha untuk banyak belajar bagaimana sikap dan perbuatan yang baik dari leluhur dalam menghadapi sebuah persoalan.
Mempelajari sejarah para leluhur yang dahulu sangat dihormati karena kewibawaannya, kepemimpinannya, kewelas asihannya, keimanannya, dan lebih utama kami belajar tentang sejarah/identitas diri,siapa kita ? dari mana kita ? mau kemana kita ? harus bagai mana dan darimana asal usulnya ? itulah dasar kami melakukan banyak perjalanan sepiritual dengan berziarah.Kami berharap ingin lebih mendapatkan kehusuan dalam berdo’a dengan langsung di tempat orang ornag yang dahulu sangat terkenal ke arifan dan kebesaranya bukan berarti meminta kepada mereka yang suda tiada,karna itu perbuatan musyrik, kami ingin mendapatkan ruhul atau dengan kata lain aura kesucian yang Alloh berikan kepada mereka semasa hidupnya.Semoga Alloh mendengar jerit penyesalan atas segala dosa dan kesalahan khususnya kami dan kesalahan bangsa ini,semoga Sang Kholiq memberikan sinar cahaya terang serta perbaikan untuk negri ini.
Ada beberapa hal yang kadangkala membuat kami miris,banyak permasalahan yang sering terjadi di tengah tengah masyarakat sekarang,dari mulai kerukunan yang mulai pudar terutama di kehidupan kota kota besar,kekerasan dan kejahatan serta tawuran antar pelajar yang sering terjadi.Betul betul sudah tidak lagi mencerminkan bangsa timur yang menjunjung tinggi martabat susila adab kesopanan dan kerukunan,seolah bangsa ini terlahir dari bangsa bar bar dan negri koboy,sudah tidak lagi mencerminkan bangsa yang penuh dengan silih asah silih asih dan silih asuh antar sesama.
Dan lihat saja yang kini sering dipertontonkan oleh para elit politik kita yang mengatas namakan rakyat mereka ribut mempertahankan argumenya masing masing,mempertahankan pembenaran bukan lagi kebenaran,hingga saling hujat saling menjatuhkan dan saling menyalahkan sudah jadi perbuatan yang biasa lagi, tanpa khawatir dan tanpa mereka sadari hal itu banyak disaksikan oleh orang orang yang tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka ributkan, karna hal semacam itu sengaja diperlihatkan atas peran media electronic yang hanya memikirkan dan mencari keuntungan mereka semata tanpa memikirkan dampak yang ditinggalkan bagi yang melihatnya.
Mereka tidak pernah mau tau akibat ulah mereka banyak ditiru oleh anak anak kita,kami sering saksikan anak anak kecil bermain dengan meniru gaya para elit politik,bermain sidang sidangan,bermain debat debatan yang kadang ujung ujungnya berakibat perkelahian...! ini contoh kecil dampak yang terjadi dari perdebatan politik yang dikemas begitu rupa oleh sebuah TV swasta yang sengaja memperbanyak acara seperti itu yang di tonton oleh anak anak kita.Saling membuka aib sesama sepertinya sudah hal biasa,padahal sabda Rosululloh SAW” barang siapa menggunjing sesamanya, sama dengan memakan bangkai saudaranya”
Inilah salah satu contoh yang kami telusuri,ini akibat kehilangan jati diri bangsa yang sangat memegang prinsip musyawarah untuk mupakat,tapi yang terjadi musyawarah untuk berdebat dan saling menghujat.Mengatas namakan demokrasi yang katanya kedaulatan ditangan rakyat tapi entah rakyat yang mana,,? yang jelas ada di tangan rakyat yang konglomerat dan berdasi yang berhati bejat.
Kehidupan bangsa kita jauh dari tata cara kehidupan para pendahulunya,bagai mana peran tokoh negara dan keharmonisan antara pejabat negara dengan para ulama sebagaimana sejarah demak yang menitik beratkan pada patwa ulama,mereka anggap kemunduran kalau bercermin pada sejarah leluhur sendiri, memang pergolakan politik dari jaman kejaman selau mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara,tapi pendahulu bangsa ini tidak pernah mencontohkan dan menganjurkan seperti yang terjadi saat ini.
Kalau leluhur kita meninggalkan seni adat budaya yang mengandung nilai nilai kemanusiaan, maka masa anak anak kami dahulu kalau bermain dengan permainan yang mendidik,sering diselingi dengan sama sama melantunkan syair syair yang secara tidak langsung membimbing kepada kearipan budi pekerti.Tapi apa yang akan dikenang dan ditiru oleh generasi yang akan datang ...? bukan syair lagi yang akan tertanam dibenak anak cucu kita..bukan ke arifan yang mereka dapat...tapi bahasa dan watak watak keras yang egois,,,dan banyak lagi kemudarotan yang akan ditinggalkan dan diwariskan oleh pemimpin dan penguasa negri ini, tidak akan ada lagi pemimpin seperti Raja Pajajaran yang dengan begitu jelas tertulis dalam wangsitnya prediksi dan gambaran kehidupan yang akan datang serta bagai mana kehidupan rakyatnya,yang itu terlahir dari kekhawatiran dan kecintaannya terhadap rakyatnya.
Tidak akan terlihat lagi hubungan yang harmonis ulama dan umaro seperti masa demak dahulu, karna dulu umaro mengikuti patwa ulama, sekarang ulama disitir umaro,sebab kini yang mana ulama dan yang mana umaro sudah abu abu....Dahulu Raden Fatah penguasa Demak keputusanya tergantung wali songo.
Sekarang ulama harus tunduk pada keputusan pemerintah.......? bagaimana kalau orang orang dipemerintahan ada oran kafir...?
KAMI SERING BERTANYA, ADAKAH PIGUR PEMIMPIN YANG BISA DICONTOH SAAT INI...?
BENARKAH PARA PEMIMPIN DAN ELIT POLITIK YANG SANGAT SANGAT PANDAI BERSILAT LIDAH ITU DIDASARI KEIKHLASAN BENAR BENAR DEMI RAKYAT.....?
DAN APA YANG AKAN MEREKA WARISKAN KEPADA GENERASI YANG AKAN DATANG......?
BY BUDI KUSUMAH






0 komentar:
Posting Komentar